Berkunjung Ke Pulau Jinato

pulau jinato

(Sumber foto: www.menlhk.go.id)

Gambaran Umum

Desa Jinato merupakan sebuah pulau yang masuk dalam wilayah kecamatan Taka Bonerate kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk mencapai pulau ini dibutuhkan waktu sekitar 6 jam dari kota kabupaten Selayar, dengan menggunakan kapal nelayan dan bisa juga menumpangi kapal sabuk nusantara 50 dengan rute kepulauan selayar.

Dari mulut dermaga disuguhkan dengan pemandangan alam, serta ekosistem laut yang beragam. Untuk mencapai pemukiman penduduk dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 500 m, melewati perkebunan kelapa.

Di pulau ini terdapat tiga instansi sekolah yakni Taman kanak-kanak Miftahul Khair Desa Jinato, Sekolah SD Negeri Jinato, dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Satap Taka Bonerate.

Observasi dilakukan pada tanggal 13 November 2015, oleh peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 yang tergabung dalam devisi pendidikan.

ENJ merupakan program Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang bertujuan untuk meningkatkan konektifitas pulau terluar, terkecil dan terpencil sebagai wujud implementasi TOL Laut.

Observasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran umum kondisi sekolah dengan melakukan wawancara kepada guru dan berinteraksi dengan siswa. Selain itu, observasi awal dilakukan agar program yang kami akan terapkan tepat sasaran.

Dari hasil observasi di dapatkan data sekolah serta jumlah murid atau siswa yang ada ditiap sekolah. Yakni: sebuah Taman Kanak-Kanak bernama Miftahul Khair dengan jumlah anak 20 orang disertai dengan tenaga pengasuh sebanyak 3 orang tenaga honorer.

TK ini masih berstatus di bawah neungan desa. Sekolah Dasar (SD) Jinato dengan jumlah murid sebanyak 200 orang yang terbagi dalam 6 kelas disertai dengan 6 tenaga pendidik dengan klasifikasi 1 orang yang bertindak sebagai kepala sekolah, 1 orang bertindak sebagai tenaga kepustakaan, serta 4 orang yang bertindak sebagai guru kelas.

SMP Negeri 5 Satap dengan jumlah siswa 67 orang yang tersebar di 3 kelas disertai 6 orang guru dengan klasifikasi 1 orang kepala sekolah, satu orang tenaga kepustakaan, serta 4 orang guru bidang study.

Dari ketiga instansi sekolah yang ada dipulau Jinato dapat dikatakan kategori baik, terlihat dari kondisi gedung yang terbilang bagus. Akan tetapi, dari sisi yang lain ditemukan berbagai macam permasalahan yang menjadi permasalahan kompleks dilingkungan sekolah yang kami temukan adalah terbatasnya tenaga pengajar, sehingga menyebabkan tingkat pembelajaran di sekolah sangat kurang.

Guru yang bertugas sebagai tenaga pendidik yang sudah PNS di dua sekolah tersebut, lebih dominan tidak masuk mengajar dengan tingkat kehadiran hanya 20% dalam tiap semester.

Sehingga tenaga honorer menjadi tulang punggung pengganti dengan menghandel 6 kelas untuk dua orang tenaga honorer di SD dan 3 orang untuk tenaga honorer di SMP. selain itu, kehadiran kepala sekolah sangat jarang menyebabkan terjadinya ketimpangan terhadap proses belajar mengajar di dua sekolah ini.

Bukan hanya itu, keterbukaan dan transparansi penggunaan anggaran di lingkungan sekolah tidak ada, hanya diketahui oleh kepala sekolah tanpa ada koordinasi dan transparansi dengan guru sehingga menyebabkan terjadinya kesenjangan social.

Hal inilah yang menjadi dasar kami selaku relawan dalam menentukan program yang tepat untuk dilaksanakan ditiap tingkatan pendidikan di pulau Jinato.

Pelaksanaan Program

“Program Indonesia Cemerlang untuk Sekolah Dasar”

Indonesia Cemerlang merupakan program yang disusun oleh relawan yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak-anak agar dapat merencankan dan menentukan cita-cita sejak dini,demi untuk memberikan dampak positif pada Indonesia.

Program ini di terlaksana selama 3 hari di SDN Jinato dari pukul 07.30 – 11.00 oleh relawan, di mana masing-masing relawan berbagi tugas sesuai dengan job yang disepakati sebelumnya dalam rapat di devisi pendidikan.

Program “Kelas Inspirasi” untuk SMP

Kelas Inspirasi merupakan program yang disusun oleh relawan yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi yang diwujudkan melalui perbandingan dan pengenalan profesi. Menghadirkan beragam profesi melalui ilustrasi gambar di depan siswa diharapkan dapat merangsang pola pikir mereka dalam menentukan cita-cita dan tujuan hidup di masa depan.

Siswa yang kesehariannya berada di lingkungan laut dengan profesi orang tua sebagai nelayan menyebabkan pola pikir untuk melanjutkan sekolah sangat minim.

Kelas Inspirasi dilaksanakan pada hari pertama di SMP oleh relawan. Para relawan menyebar ke setiap kelas untuk menyampaikan motivasi dan inspirasi kepada siswa dengan mengenalkan beragam profesi.

Tidak hanya sekedar itu, tetapi dari tiap profesi yang disampaikan oleh relawan disertai dengan cara dan tips yang dapat dilakukan oleh mereka untuk bisa mencapai itu. Hal ini dimaksud agar mereka tetap mengedepankan pendidikan dan memiliki motivasi dan inspirasi untuk tetap melanjutkan sekolah dibanding harus melaut.

Hari ke-dua digunakan untuk Games Motivasi. Mulai dari pukul 14.30-17.30 wita di lingkungan SMP dengan menghadirkan murid dari SD dan siswa SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat menambah keakraban antara relawan, murid dan siswa. Selain itu, permainan yang diberikan disesuaikan dengan sekolah dan kemampuan mereka. Seperti games kepala ular, dan motivasi untuk anak SD yang bertujuan untuk membentuk karakter serta mengajarkan mereka tentang arti gotong royong dan kerjasama.

Permainan hulahuf, lomba memasukkan pensil dalam botol dan permainan Buta Tuli (BT) untuk siswa SMP. ketiga permainan ini hanya dapat di menangkan dengan kerjasama tim. Karena itu, game ini sengaja dipilih untuk membentuk dan mengajarkan kerjasama diantara mereka.

Hari ke-tiga “Wawasan Kebangsaan”

Pemberian materi wawasan kebangsaan yang terdiri dari 4 poin dasar. Yakni : Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, memperkenalkan serta menjelaskan nilai-nilai pancasila yang bertujuan agar mereka dapat memahami filosofi dari pancasila.

Undang-Undang Dasar 45, NKRI dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme yang religious dan sebagai bangsa yang tidak majemuk, dan Bhineka Tunggal Ika dimana kita disatukan oleh perbedaan.

Selain program diatas, kami selaku relawan pun memberikan pembelajaran umum seperti Bahasa Inggris, Matematika, Kelautan dan mata pelajaran lain sesuai dengan jadwal.

Program yang di laksanakan oleh devisi pendidikan berjalan dengan lancar dan penuh dengan suka cita dengan mendapat respon yang baik dari murid dan siswa serta masyarakat sekitar terlihat dari antusias mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama kurang lebih 7 hari di pulau Jinato.

Satu hal yang menjadi bahan pertimbangan dan rekomendasi untuk pemerintah. agar kiranya, perhatian terhadap dunia pendidikan di pulau agar ditingkatkan terutama di pulau Jinato karena semangat, intelektual, dan antusias mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak sangatlah besar.

Pendanaan

Dana yang digunakan hingga terlaksananya program untuk devisi pendidikan yaitu Rp. 1.150.000,-. Dana yang terkumpul berasal dari dana program Menteri Koordinator Bidang Maritim yang kemudian dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan bahan sesuai yang dibutuhkan dalam menjalankan program.

You May Also Like